HYBRID LEARNING DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI SEKOLAH DASAR DAN MENENGAH MAUPUN PENDIDIKAN OLAHRAGA PERGURUAN TINGGI

  • Fajar Hidayatullah STKIP PGRI Bangkalan
  • Khoirul Anwar STKIP PGRI Bangkalan
Keywords: Pembelajaran Hibrid, Pembelajaran Campuran, Model pembelajaran, COVID-19

Abstract

Masa pandemi COVID-19 telah membuat reformasi besar-besaran dalam dunia pendidikan dengan berbagai penyesuaian yang dilakukan dalam memenuhi protokol kesehatan yang dibutuhkan untuk mencegah penularan. Hybrid learning menjadi pilihan yang paling sesuai dalam pembelajaran pendidikan jasmani dan pendidikan olahraga dalam penerapan protokol kesehatan dengan mengurangi pertemuan tatap muka dengan pemanfaatan teknologi dan informasi yang sedang berkembang pesat. Karakteristik pendidikan jasmani dalam sekolah dasar dan menengah serta pendidikan olahraga dalam perguruan tinggi yang memiliki fokus secara khusus dalam pengembangan psikomotorik membuat proses pembelajaran tidak dapat secara penuh dilaksanakan secara daring karena akan menghambat pembelajaran gerak yang dibutuhkan. Dengan penerapan hybrid learning harapannya tatap muka dapat berkurang dengan berbagai pembatasan dengan protokol kesehatan yang memadai sehingga proses pembelajaran pendidikan jasmani dan pendidikan olahraga dapat tetap terlaksana di tengah keadaan pandemi COVID-19 yang melanda Indonesia dan duna secara global. Hybrid learning dalam beberapa penelitian disimpulkan memberikan berbagai dampak positif dalam pengembangan kompetensi pendidik dan tenaga pendidikan untuk memanfaatkan perkembangan teknologi dan informasi. Selain itu dalam penelitian sebelumnya peserta didik disimpulkan meyakini bahwa pemanfaatan video dalam teknologi dan informasi hybrid learning memberikan peningkatan keterampilan yang mereka miliki dalam pembelajaran gerak.

Published
2020-10-22